Sunday, October 3, 2010

Makanan yang Tidak Habis-Habis

Seorang pandai emas dan isterinya menjamu Sang Buddha dan lima ratus siswa-Nya dengan kue yang mereka buat. Sang isteri menaruh kue itu di mangkuk Sang Buddha. Sang Buddha mengambil kue itu secukupnya, demikian pula lima ratus bhikkhu lainnya. Orang itu dan Isterinya memakan juga kue itu sebanyak mereka mau, tapi kue itu tidak habis- habis. Demikian juga ketika seluruh penghuni vihara dan orang-orang lain mengambil kue itu, tidak ada tanda-tanda kue itu akan habis.
Mereka memberitahukan Sang Buddha bahwa kue itu tidak habis-habis. Sang Buddha menyuruh mereka untuk melemparnya didekat gerbang vihara. Maka mereka pergi melemparnya di sebua tempat curam dekat gerbang vihara.

1 comment: